Showing posts with label cerita Raka. Show all posts
Showing posts with label cerita Raka. Show all posts
Sunday, June 3, 2012
Friday, January 20, 2012
Fanta Ice Pops
Salah satu serba-salahnya kalo punya anak yang masih sekolah adalah, tawar menawar jajanan apa yang boleh atau enggak boleh untuk dibeli. Dan buat saya, hal yang paling terlarang di antaranya adalah soda dan minuman berwarna lainnya. Ya sebenernya sih soda gak terlarang2 amat.. Tapi idealnya memang jangan sering2, apalagi Raka badannya udah bongsor gitu. Lalu kadar gulanya aduh.. ngebayanginnya aja udah ngeri sendiri.. <--- akibat keseringan nonton Oprah & Jamie's Food Revolution nih.. :D
Tapi beberapa hari ini Raka setiap pulang sekolah selalu minta minum yang segar2. Mungkin karena cuaca mulai panas lagi, jadi bawaannya haus terus. Air putih dingin udah gak mempan, saya buatkan jus tetap kurang nendang. "Beliin soda, Mah.." rengek Raka. Waduh.. ngebayangin botol soda 1 liter habis dalam sehari udah bikin saya merinding disko.
Entah gimana, kok mendadak idenya Raka jaman dulu kebayang lagi: bikin es lilin dari Fanta. Dengan cetakan yang saya punya, 1 kaleng Fanta bisa jadi 6 es. Dan Raka hanya boleh makan 1 es per hari. Mwahahaha... cerdas juga akalnya, 1 kaleng buat 6 hari :p Dan ternyata proses ngabisin satu es sudah cukup memuaskan buat Raka, dia gak lagi ngeluh kehausan sepanjang hari ^^
Tapi beberapa hari ini Raka setiap pulang sekolah selalu minta minum yang segar2. Mungkin karena cuaca mulai panas lagi, jadi bawaannya haus terus. Air putih dingin udah gak mempan, saya buatkan jus tetap kurang nendang. "Beliin soda, Mah.." rengek Raka. Waduh.. ngebayangin botol soda 1 liter habis dalam sehari udah bikin saya merinding disko.
Entah gimana, kok mendadak idenya Raka jaman dulu kebayang lagi: bikin es lilin dari Fanta. Dengan cetakan yang saya punya, 1 kaleng Fanta bisa jadi 6 es. Dan Raka hanya boleh makan 1 es per hari. Mwahahaha... cerdas juga akalnya, 1 kaleng buat 6 hari :p Dan ternyata proses ngabisin satu es sudah cukup memuaskan buat Raka, dia gak lagi ngeluh kehausan sepanjang hari ^^
Saturday, November 26, 2011
Tropic of Cancer, Raka dan Dunia
Ceritanya weekend ini Raka gak bisa main2 keluar rumah karena sedang sakit. Alhasil seharian kemaren TV dikuasain oleh Raka. Karena saya juga lagi pengen nonton TV dan Raka gak mau pindah, akhirnya saya harus melupakan nonton re-run serial2 favorit seperti Criminal Minds atau Law & Order: SVU. Dan karena saya juga lagi gak mood nonton kartun, akhirnya jalan tengah yang kita ambil adalah: pilih channel BBC Knowledge aja. Kebetulan sedang ada serial dokumenter Tropic of Cancer-nya Simon Reeve.
Tropic of Cancer ini adalah dokumenter tentang perjalanan Reeve melintasi negara2 yang dilewati oleh garis balik utara. Kebetulan sebelumnya saya juga sudah pernah menonton serial pendahulunya, Tropic of Capricorn dan Equator. Pada episode yg kami tonton tadi, ceritanya Reeve sedang melintas melewati Bangladesh, India dan Burma.
Dokumentasinya cukup menarik dan informatif, walaupun sudah pasti tidak 100% mewakili gambaran sebenarnya tentang negara yang diliput. Tapi di antara semuanya, yang cukup menyita perhatian saya dan Raka adalah dokumentasi ketika Reeve berusaha menyeberang dari perbatasan India menuju Burma (Myanmar) sekaligus berusaha menghindari pertemuan dengan tentara patroli dari rezim militer Myanmar, dan terpaksa harus melarikan diri dari Myanmar pada tengah malam karena ada razia oleh pihak militer.
Karena Raka belum bisa mengikuti teks terjemahan dengan cukup cepat, alhasil saya juga harus menjawab pertanyaan2 Raka selama kami menonton. Kenapa mereka lari, ma? Kenapa mereka harus matiin kamera tapi masih ada suaranya, ma? Kenapa mereka menyeberang sungai malam2? Kenapa mereka takut sama tentara Myanmar?
Wadaaw.. Saya sendiri sampe lupa, tadi jawab apa aja saking banyaknya pertanyaan Raka :D Eh ada sih satu jawaban yang saya ingat. Kalo gak salah saya menjawab salah satu pertanyaan Raka seperti ini: ".. karena rakyat Myanmar dilarang berhubungan dengan warga negara asing seperti Simon itu.."
Kenapa saya ingatnya sama satu jawaban itu? Karena Raka yang rewel selama sakit maunya ndusel-ndusel aja sama saya, dan setiap saya menjauh dikit ke arah meja kerja atau dapur, dia bilang gini: "Mama dilarang berhubungan dengan orang lain!" Hahahaa.. Galakan anaknya deh kalo udah gini.

Anyway, kembali ke Tropic of Cancer. Acara ini bukan serial dokumenter pertama yang saya tonton bareng Raka. Kita juga sering nonton Don't Tell My Mother-nya Diego Buñuel, Long Way Down & Long Way Round-nya Ewan McGregor, lalu juga Richard Hammond's Invisible Worlds dan macem2 yang lain. Dan ini bikin saya bersukur, karena saya merasa saya 'mampu' untuk ngasih pengetahuan dan wawasan yang lebih luas untuk anak saya dibanding hanya nonton kartun atau film fantasi. Raka sekarang jadi tau, bahwa di dekat Indonesia masih ada negara yang rakyatnya hidup tertindas seperti di Myanmar, bahwa di Siberia terdapat lahan luas tak berujung yang mematikan bagi backpacker yg tidak membawa perlengkapan memadai, bahwa terhampar ladang ranjau yang mematikan bila ingin menuju perbatasan Maroko dari dataran Mauritania, dan cerita-cerita perjalanan lainnya.
Wawasan dan pengetahuan ini yang saya harapkan bisa diserap dan diingat oleh Raka, supaya nantinya dia bisa jadi warga dunia yang menghargai bumi tempatnya berpijak dan mencintai berbagai perbedaan di antara manusia yang hidup di atasnya. Semoga.
----------------------
Foto-foto:
1. Simon Reeve dan guide-nya selama di Bangladesh.
2. Usaha Simon Reeve menyeberangi sungai deras yang menandai perbatasan India dan Myanmar. Reeve dibantu oleh seorang anggota gerakan perlawanan rakyat Myanmar yang membahayakan nyawanya demi membantu pembuatan serial dokumenter ini.
Photo source: TROPIC OF CANCER - BBC TV series 2010 on Flickr
Saturday, November 19, 2011
Cerita Raka .01
Ceritanya waktu pembagian raport bayangan bulan lalu, Raka rankingnya anjlok ke peringkat 10. Yah saya sih gak marah, karena bukan penganut ranking adalah penentu kesuksesan hidup ^^ Tapi kalo ada yg perlu saya koreksi dari Raka, ternyata dia kalo udah selesai mengerjakan ulangan, dia gak mau repot2 memeriksa ulang hasil pekerjaannnya. Instead, dia justru memanfaatkan waktu luangnya sebelum mengumpulkan ulangan untuk menggambar. Dimana? Di Balik kertas ulangannya :D Oalaahh..

Hahahaa.. Si Raka sampe saya unyel2 karena gemes. Ternyata nasehat saya didengerin juga sama dia :p
Oiya buat yang bingung dia nulis apa, ini terjemahannya: Kapok mau gambar. Nanti dapet rank 10, 11, 12 ke atas. (Maksudnya ke bawah kali ya? :p)

Nah, kalo yang ini, adalah surat pendek Raka buat papanya. Ceritanya Raka sudah nabung untuk beli mainan favoritnya. Setiap gilirah uangnya diawa ke mall, eh mainannya gak ada. Giliran gak bawa uang, mainannya pose manis di toko :)) Akhirnya kemaren judulnya Raka minjem dulu sama papa. Dan karena minjem, Raka harus kembaliin. Eh beneran ternyata dia ngembaliin uang ke papanya. Hahaha.. Good boy!
Yah standarlah, anaknya cuma saya kasih nasehat.. Menggambar kan bisa lain kali, mendingan waktunya dipakai untuk periksa jawabannya lagi, siapa tau tadi gak teliti.. blablabla.. Eh beberapa hari lalu pas saya periksa hasil ulangan hariannya, saya nemu gambar ini:

Hahahaa.. Si Raka sampe saya unyel2 karena gemes. Ternyata nasehat saya didengerin juga sama dia :p
Oiya buat yang bingung dia nulis apa, ini terjemahannya: Kapok mau gambar. Nanti dapet rank 10, 11, 12 ke atas. (Maksudnya ke bawah kali ya? :p)

Nah, kalo yang ini, adalah surat pendek Raka buat papanya. Ceritanya Raka sudah nabung untuk beli mainan favoritnya. Setiap gilirah uangnya diawa ke mall, eh mainannya gak ada. Giliran gak bawa uang, mainannya pose manis di toko :)) Akhirnya kemaren judulnya Raka minjem dulu sama papa. Dan karena minjem, Raka harus kembaliin. Eh beneran ternyata dia ngembaliin uang ke papanya. Hahaha.. Good boy!
Subscribe to:
Posts (Atom)








